Danau Tondano Minahasa Sulawesi Utara : Danau Luas Bak Lautan


Danau Tondano adalah sebuah danau terbesar di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau bersejarah yang terletak di salah satu dataran tinggi di Minahasa ini sungguh sangat layak untuk dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Padang-padang yang hijau semuanya melebar sampai ke tepi danau itu dan beberapa restoran bermenu ikan bakar dapat ditemukan di tepi danau itu dimana Anda bisa menyantap berbagai macam ikan mas bakar yang siap dihidangkan dengan kangkung tumis. Jangan lupa juga untuk mencoba dabu-dabu, sambal pedas yang dibuat dari irisan cabe, bawang merah, dan tomat.


Danau ini diapit oleh Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, Pegunungan Lembean, dan Gunung Masarang. Danau ini juga dilingkari oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Tondano Selatan, dan Kecamatan Remboken. Danau ini adalah sebuah danau yang menghasilkan ikan air tawar seperti ikan mujair, payangka wiko atau udang kecil, pior atau kabos, nike, dan lain-lain.

Danau Tondano: Sejarah Terbentuknya
Luas Danau Tondano 4.278 ha, dan ada pulau kecil bernama Likri yang ada di depan desa Tandengan kecamatan Eris. Di tepi Danau ini terlihat sangat jelas Gunung Kaweng. Konon danau ini terbentuk karena letusan yang sangat dahsyat karena ada cerita sepasang insan manusia berlainan jenis yang melanggar larangan orang tua mereka untuk menikah (bahasa Minahasa: kaweng) dengan sangat nekat lari (tumingkas) ke hutan. Sebagai akibat dari melanggar nasihat orang tua mereka maka meletuslah gunung kaweng itu sehingga terbentuk danau tersebut.
Memiliki beberapa obyek wisata yang terkenal seperti Resort Wisata Bukit Pinus dan Sumaru Endo Remboken. Dari tepian danau ini atau Toliang Oki, anda bisa melewati puncak Bukit Lembean dan menikmati keindahan Laut Maluku yang ada di sebelah timur danau, tepatnya adalah daerah Tondano Pante Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa. Sebagai wisata alam, Sulawesi Utara tidak bisa dipisahkan dari pantai kora kora dan Danau Tondano dengan pesonanya yang sangat elok ,udaranya yang sangat segar di pagi hari dan kilauan cahaya fajar dari balik pegunungan menembus permukaan danau, menambah keindahan danau itu dengan perpaduan warna perak dan orange berkilau indah.
Refleksi Permukaan Danau Tondano yang sangat teduh dan menyejukkan menggambarkan kembali refleksi bukit dan langit berawan yang tipis di atasnya yang kadang hamparan itu berpendar dan terbelah oleh perahu-perahu para nelayan yang sedang menangkap ikan. Jalan-jalan yang menyusur pinggiran Danau ini mengantar ke sisi lain yang menambah keeksotisannya. Ditambah lagi terdapat hamparan sawah menghijau, rumah kayu dengan arsitektur Eropa dengan cerobong asapnya yang menyembul. Sekeliling jalan yang berkelok terlihat dihiasi oleh pemandangan hutan tropis yang lebat dan menyejukkan, di mana penghujung jalan ini akan mengantarkan ke Pantai Kora Kora.
Menikmati keindahan sebuah danau hanya dari satu lokasi saja memang akan kurang memberikan kepuasan. Berkeliling sambil berjalan-jalan santai di tepian danau sangat mungkin bisa menjadi sebuah alternatif bagi Anda. Di danau ini juga sering diadakan sebuah pesta nelayan. Pesta ini biasanya dimeriahkan dengan munculnya banyak sekali perahu bolotu yang mempunyai corak warna-warni di tengah-tengah danau. Di dalam pesta ini, ada berbagai macam kegiatan, seperti lomba perahu hias, lomba dayung, lomba tangkap ikan tanpa menggunakan alat, dan parade perahu bolotu, semuanya diselenggarakan di Danau Tondano.
Diambil dari : paketwisatabunaken.com

Gallery Danau Tondano



Posting Komentar

0 Komentar